LAYANAN BIMBINGAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORAL

resti oktaviani

Abstract


Anak tunagrahita yang memiliki IQ dibawah rata-rata orang normal, maka anak berkebutuhan khusus tunagrahita akan sulit berkembang dan lemah dalam segi intelektual. Jangankan dari segi intelektual, untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari saja mereka sangat bergantung kepada orang lain. Dilihat dari segi lainnya yaitu anak tunagrahita bisa di bimbing dan sedikit-demi sedikit di ubah tingkah lakunya menjadi lebih mandiri. Untuk itu di butuhkannya peran pendamping melalui layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral. Untuk mengetahui hambatan apa saja yang terjadi dalam pelaksanaannya. Kemudian untuk mengetahui hasil yang di capai setelah dilakukannya proses layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan kepada pembimbing dan juga orang tua siswa di SLB Mulya Bakti Bandung Barat.

Layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral ini adalah suatu proses pemberian bantuan kepada anak berkebutuhan khusus tunagrahita dengan menggunakan teknik-teknik yang terdapat dalam pendekatan behavioral. Layanan kemandirian ini sebagai upaya meningkatkan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita agar tidak terlalu bergantung pada orang lain dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral di SLB Mulya Bakti ini terlihat perubahan yang signifikan. Proses layanan ini dilaksanakan dengan terstruktur dan terarah melalui proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Dalam proses tersebut menggunakan metode percontohan, pengkondisian operan, perkuatan positif, pembentukan respons dan penghapusan. Materi yang diberikan merujuk kepada indikator kemandirian sosial emosi, fisik dan fungsi tubuh,dan kemandirian intelektual. Hambatan yang terjadi dalam proses layanan bimbingan ini muncul dari faktor eksternal seperti kelengkapan fasilitas sekolah, juga faktor internal yaitu perbedaan klasifikasi dan karakter anak. Perubahan yang signifikan terjadi pada anak dengan tunagrahita ringan dan sedang, sedang anak dengan tunagrahita berat tidak terlalu signifikan perubahannya. Dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kemandirian menggunakan pendekatan behavioral ini dapat menjadikan anak tunagrahita menjadi lebih mandiri

Kata kunci : Layanan Bimbingan Kemandirian, Pendekatan Behavioral, Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita.

Full Text:

PDF

References


Ali Mohammad dan Mohammad Asrori. (2008). Psikologi Remaja Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara..

Andriani Rini. 2018. Faktor Kelainan Atau Anak Berkebutuhan Khusus, diakses tanggal 28 Maret 2018.melalui alamat http:///www.membumikanpendidikan.com2015/05/faktor-penyebabkelainan-atau-anak-berkebutuhan-khusus-html.

Anwar M.Fuad. 2019. Landasan Bimbingan dan Konseling Islam. Yogyakarta: PENERBIT DEEPUBLISH.

Avan Areev. 2018. Anak Tunagrahita Ringan, di akses melalui alamat http://artipedia.site/wiki/.html diakses pada tanggal 5 juni 2018.

Batubara, Samin dan Atina Wafirob. 2018. Bimbingan dan Pengembangan Kepribadian Anak Tunagrahita di SLB. Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol.2, No.2.

Corey, Gerald. (2013). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.

Desiningrum, Dinie Ratri. 2016. Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Psikosain.

Dewi, Ratna & Zarkasih, Zarkasih. 2017. PERAN ORANG TUA DALAM PROSES AKSEPTABILITAS MASYARAKAT TERHADAP ANAK PENYANDANG TUNA GRAHITA DI KOTA YOGYAKARTA. Jurnal Sosial Budaya Vol 14, No 2.

Eko Putro, Hanif Sandya. 2019. Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kemandirian Pada Eks Psikotik Di Rumah Pelayanan Sosial Eks Psikotik Hestining Budi Klaten. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 16, No 1.

Etik Kurniawati, Sukamdi. 2017. Pendidikan Agama Dalam Meningkatkan Kemandirian Shalat Pada Anak Tuna Grahita. Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 5 No 1.

Hermawan, Agus. 2018. Representasi Semboyan Edukasi Ki Hajar Dewantoro Dalam Kajian Semantik (Pendekatan Behavioral). Jurnal Pendidikan Edutama Vol 5 No 2.

Indrawati Titin. 2016. Pelaksanaan Belajar Anak Tunagrahita, Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 14.

Ismanto Hadi. 2016. Skripsi Pengembangan Kepribadian Remaja Anak Tunagrahita Dalam Persepektif Islam di Desa Seko Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan.

Khotimah, Ihda A. 2018. Integrasi Pendidikan Karakter (Pilar Kemandirian) dalam Bimbingan dan Konseling di MI. Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1.

Kustawan D. 2016. Bimbingan dan Konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta Timur: PT.LUXIMA METRO MEDIA.

Mais, Asrorul & Subrata Dio Gitarama. 2018. Pengaruh Terapi Applied – Behaviour Analysis (Aba) Melalui Pendekatan Antecedent – Behaviour – Cosequence (A – B – C) Terhadap Peningkatan Kepatuhan Siswa Down Syndrome Kelas 2 Sdlb Abcd Pgri Kalipuro. Jurnal of Special Education Vol 1 No 2.

Mohammad, Asrori. (2008). Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Natalia (2008). Efektivitas Model Konseling Behavioral dengan Teknik Desensitisasi Sistematis untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Siswa dalam Menghadapi UAN. Skripsi. Singaraja: Undiksha.

Prabowo, Arga Satrio & Wening Cahyawulan. 2016. PENDEKATAN BEHAVIORAL: DUA SISI MATA PISAU Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1

R. Pratiwi. 2017. Pengaruh Layanan Bimbingan Konseling, Pola Asuh Orang Tua, Dan Interaksi Sosial Terhadap Kemandirian Peserta Didik Smp Muhammadiyah 02 Semarang. Jurnal BBM (Buletin Bisnis & Manajemen) Vol 3, No 2.

Rakhma Eugenia. 2017. Menumbuhkan Kemandirian Anak. Yogyakarta: Stilleto Book.

Sari Siti Fatimah Mutia, Binahayati, dan Budi Muhammad. 2017. Pendidikan bagi Anak Tunagrahita. Jurnal Penelitian & PKM. Vol 4 No 2.

Setiawan, M.Andi. 2018. Pendekatan-Pendekatan Konseling (Teori Dan Aplikasi). Yogyakarta: PENERBIT DEEPUBLISH.

Sulthon, Sulthon. 2018. Mengatasi Kenakalan Pada Siswa Melalui Pendekatan Konseling Behavioral. KONSELING EDUKASI "Journal of Guidance and Counseling" Vol 2 No.

Uhbiyati, Nur. (2012). Dasar-da sar Ilmu Pendidikan Islam. Semarang: Fakultas

Vauziah, Eva. 2016. “Bimbingan Kemandirian Anak Tunagrahita Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Musik di SLB Negeri Pembina Yogyakarta”. Bimbingan dan Konseling Islam. Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga.

Willis S.S. (2009). Konseling Keluarga: Family Counseling. Bandung: Alfabeta.




DOI: https://doi.org/10.15575/alisyraq.v2i2.30

Article Metrics

Abstract view : 50 times
PDF - 10 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Published by:
Perkumpulan Ahli Bimbingan Konseling Islam Indonesia
Islamic Guidance and Counseling Room, Faculty of Da'wah and Communication Building, First Floor, State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta, Indonesia, Postal Code 55281

ISSN (p) : 2685-5453
ISSN (e) : 2685-8509

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.