Urgensi Penggunaan Teknologi Media Dalam Implementasi Bimbingan dan Konseling Di Sekolah

A. Said Hasan Basri

Abstract


Guru BK sebagai sosok konselor yang menjadi sumber bantuan bagi masalah konseli, serta media pengembangan diri siswa sebagai konseli. Senantiasa dituntut profesional dan update pengetahuan serta kompetensinya agar mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan tujuan bimbingan dan konseling tercapai. Tetapi sayang kondisi real di lapangan, masih banyak guru BK yang belum menguatkan berbagai aspek tersebut. Sehingga kurang mampu mengimbangi kinerjanya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Padahal teknologi sabagai hasil pengetahuan menjadi media yang sangat penting dalam implementasi layanan bimbingan dan konseling.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai bentuk teknologi media yang digunakan guru BK, dan teknologi apa saja yang paling sering digunakan, serta faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung penggunaan teknologi media dalam implementasi bimbingan dan konseling di sekolah. Empat orang subyek yang terlibat dipilih secara purposif yakni dua rang guru BK dan dua orang siswa. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.

Hasilnya media yang digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling, antara lain media berbasis manusia, media berbasis teknologi cetak, media berbasis visual, media berbasis audio visual dan media berbasis komputer. Sedangkan Penggunaan media teknologi dalam bimbingan dan konseling belum maksimal, hanya menggunakan tiga jenis hardware dan satu jenis software. Hardware yang digunakan hanya handphone, laptop dan LCD Proyektor. Sedangkan aplikasi program BK yang berupa software hanya menggunakan program aplikasi sosiometri. Dan faktor penghambat penggunaan teknologi media bimbingan dan konseling, atara lain berupa faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya adalah kapasitas guru BK. Dimana kompetensi guru BK terhadap perkembangan teknologi media masih sangat kurang. Sedangkan faktor ekternal yang menjadi penghambat adalah jumlah personil BK yang terbatas (tidak imbang rasionya antara personil BK dengan jumlah siswa), kemudian fasilitas saranan dan prasarana yang ada juga masih belum memenuhi standar ideal layanan BK. Kemudian kurangnya dukungan sistem baik dari pihak sekolah, seperti tidak adanya upaya menambah kemampuan personil BK dengan melatih kemampuannya dalam penguasaan teknologi.

 

Kata kunci: Tegnologi media, bimbingan dan konseling


References


Arsyad Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2009.

Bruner Jerome S, Toward a Theory of Instruction, Cambridge: Harvard University, 1966.

Clements, D.H dan Gullo, D.F, 1984. Effect of Computer Programming on Young Children’s Cognition. Journal of Educational Psychology. Vol. 76. No. 6.1051-1058

Darwis Nasrullah. “Pengembangan Media Web Bimbingan dan Konseling SMK Berbasis Content Management System untuk Meningkatkan Layanan Informasi Siswa SMK. Makalah, Lomba Inovasi Pembelajaran Guru Pendidikan Menengah Tingakt Nasional Tahun 2016. SMK Negeri Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat.

Dinar Mahdalena Leksana Mungin Eddy Wibowo, Imam Tadjri. Pengembangan Modul Bimbingan Karir Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa. Jurnal. Prodi Bimbingan dan Konseling, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Jurnal Bimbingan Konseling, 2013, vol, 2 hlm 1.

Endah Kurniasari, Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Minat Siswa Dalam Mengikuti Bimbingan Belajar Kelas VIII-7 di UPTD SMP Negeri 1 Prambon Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Kediri TA 2014/2015

Faqih, Ainur Rahim, Bimbingan dan Konseling dalam Islam, Yogyakarta: LPPAI, UII Press, 2004.

Hallen, Bimbingan dan Konseling dalam Islam. Cet I. Jakarta: Ciputat Pers. 2002.

I. Djumhir dan Moh. Surya. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance & Counseling). Bandung : CV Ilmu. 1975.

Karimatul Ma’rifah. Hubungan Intensitas Layanan Konseling Via Facebook Dengan Pengentasan Masalah Pribadi Sosial Siswa Di SMP Muhammadiyah III Depok Yogyakarta. Skripsi. Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2014

Kustandi, Cecep & Sutjipto, Bambang, Media Pembelajaran Manual dan Digital, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2011.

Lesmana, Jeanette Murad. Dasar-dasar Konseling. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. UI. Press. 2008.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penulisan Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005

Nur Hanifah. Media Bimbingan dan Konseling Dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini TK Khalifah Sukonandi Yogyakarta, Skripsi, Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2016.

Nuri Widhia Dwi Retnowati, Kegiatan Bimbingan dan Konseling Klasikal Yang Efektif Melalui Media VCD/DVD Siswa SMP Negeri 1 Patikraja Tahun Pelajaran 2007/2008. Tesis, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2008.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Pendidikan Nasional.

Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah.

Prayitno, Pengertian Dasar dan Asas-asas Bimbingan dan Penyuluhan. 1987. Salatiga: Gema Bimbingan Th. XI No. 1 Pusat Bimbingan UKSW. Hlm 2, Profesionalisasi konseling dan pendidikan konselor. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK, Dirjen Dikti. 1983.

Prayitno, Dkk, Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Menengah Umum. 2004.

Sadiman, Arief S., R. Rahardjo, Anung Haryono dan Rahardjito, Media Pendidikan; Pengertian, Pengembangan & dan Pemanfaatannya, Jakarta: Rajagrafindo, 2009.

Shertzer, Bruce & Stone C Shelley, 1966.Fundamental of Guidance. (Boston: Houghton Miffin Company.

Strang, Ruth May. Facts About Juvenile delinquency. Guidance series booklets. Chicago: Science Research Associates. 1958.

Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008.

Sukardi, Dewa Ketut, Proses Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: Rineka Cipta, 1993.

__________, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Sukardi, Dewa Ketut, dan Kusmawati, Desak P.E. Nila, Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. 2008.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya. 2005.

Tabbers, H.K., Martens R.L., dan Merroenboer. 2004. Multimedia Instruction and Cognitive Load Theory: Effect of Modality and Cueing. British Journal of Educational Psychology.74, 71-81

Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi), Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2011

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Willis, Sofyan S. Konseling Individual, teori dan Praktek. Cet Kelima. Bandung: Alvabeta. 2010.

W.S. Winkel, dan M.M. Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Edisi Revisi. Cet Ketujuh. Yogyakarta: Grasindo. 2010.

Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, A. Juntika. Landasan Bimbingan dan Konseling. Cet. Kelima. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. 2010.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.